Silahkan |
Nama :
Website :
Pesan :



25 Juni 2011 - 10:49 WIB
Platypus Terancam Dalam Perubahan Iklim
Diposting oleh : Mic hael
Kategori: Psikologi - Dibaca: 3547 kali

swagooo.com -- Bulu yang tebal dan anti air tersebut, sempat membuat platypus (Ornithorhynhus anatinus) menjadi target bagi para pemburu kini kembali menghadirkan ancaman bagi hewan unik tersebut. Australia, yang menjadi tempat tinggal platypus dalam waktu dekat akan menjadi terlalu panas hingga mereka tidak lagi bisa bertahan hidup di sana.

Seperti diketahui, bulu platypus sangat hangat dan rapat sehingga membuat hewan semi akuatik ini tidak kehilangan panas tubuh. Ini sangat penting mengingat platypus menghabiskan waktu hingga 10 jam per hari dalam air dan aliran sungai yang suhunya mencapai 0 derajat Celcius.

Sayangnya, kelebihan ini jusru membuat spesies itu terancam karena perubahan iklim telah memanaskan suhu di Australia. Dari penelitian terbaru yang dipublikasikan di Global Change Biology, diperkirakan di tahun 2070 mendatang, lebih dari 30% habitat platipus saat ini akan terlalu panas bagi mereka.

Dari pemodelan yang dibuat, peneliti memperkirakan, kawasan New South Wales, Queensland, dan Victoria, yang merupakan habitat platypus akan mengalami kenaikan suhu hingga 5 derajat Celcius dalam 60 tahun ke depan.

“Bulu yang sangat mengisolasi ini merupakan aset bagi hewan pada iklim dingin. Namun demikian, bulu menjadi beban saat kondisi menghangat,” kata Jenny Davis, dosen dan ekolog dari Monash University, Australia.

Untuk penelitian, Davis dan timnya mempelajari catatan distribusi platypus selama dua abad terakhir. Data kemudian dikombinasikan dengan statistik curah hujan dan temperatur. Dari analisis, terungkap bahwa hingga 1960, habitat platispu umumnya ditentukan oleh jumlah curah hujan.

Setelah 1960, hewan tersebut menghilang dari kawasan di mana temperaturnya secara umum telah meningkat. Menurut Davis, hasil penelitian ini mengindikasikan adanya kebutuhan untuk menjaga tidak hanya habitat hewan akuatik ini, tetapi juga temperatur arus air.

Hingga abad ke 20, platypus merupakan hewan buruan yang bulunya sangat diminati. Beruntung kini hewan itu telah dilindungi oleh undang-undang di Australia.

Platypus sendiri adalah salah satu dari lima spesies mamalia yang bertelur. Mereka juga merupakan satu-satunya anggota dari genus Ornithorhynchus yang masih hidup. Platypus juga merupakan satu-satunya mamalia yang berbisa di seluruh dunia. (Zn)

0 Komentar :



Silahkan untuk kirim komentar Anda !

Silahkan jika belum pernah mendaftar !

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


16:49 : Harga IPO Facebook 38 Dolar AS per Saham | 16:23 : Presiden SBY Restui Penyatuan Zona Waktu | 15:49 : Penyatuan Zona Waktu Diperkirakan Kuartal IV 2012 | 15:23 : Euro Dalam Tekanan Penurunan Peringkat Yunani dan Spanyol | 14:49 : Harga Minyak Brent Capai Terendah Sejak Desember | 14:23 : Moodys Turunkan Peringkat 16 Bank Spanyol | 13:49 : Utusan untuk Israel: Pilihan Militer AS Soal Iran "Siap" | 13:23 : Iran Waspadai "Permainan Bahaya" Barat-Saudi | 12:49 : Obama Siap Berikan Solusi Krisis Eropa | 12:23 : Sekjen PBB Yakini Al Qaidah Dalang Bom Mobil Suriah